Minggu, 20 April 2014

UMAR bin KHATHTHAB al Faruq Radhiallahu Anhu

Mu'awiyah pun berkata, "Bagaimana pendapatmu mengenai Umar bin al Khaththab?"

Ibnu Abbas menjawab, "Semoga Allah merahmati Abu Hafsh (Umar bin al Khaththab). Demi Allah, ia adalah pembela agama islam, tempat anak-anak yatim mengadu, tempat keimanan, tempat berlindung orang-orang lemah, markas orang-orang muslim, benteng bagi setiap makhluk, dan tempat meminta pertolongan. Ia selalu sabar dalam menegakkan hak-hak Allah dan mengharapkan ganjarannya, sehingga Allah menangkan agama-Nya, membuka banyak negara, nama Allah disebut disetiap pelosok wilayah, di sumber-sumber mata air, di bukit-bukit, di daerah pinggiran kota maupun di lembah-lembah dan tanah-tanah dataran, senantiasa bersikap bijak ketika perkataan yang keji dilontarkan kepadanya, senantiasa bersyukur kepada Allah baik dalam keadaan senang maupun susah, senantiasa mengingat Allah dalam setiap waktu dan keadaan. Semoga Allah menimpakan laknat kepada siapa saja yang membencinya hingga hari penyesalan (kiamat)."





Baca Lagi..

ABU BAKAR ash Shiddiq Radhiallahu Anhu

Diriwayatkan dari Thabarani dari Rib'i bin Hirasi: Abdullah bin Abbas minta izin untuk masuk ke majelis Mu'awiyah Radhiallahu Anhu untuk menemuinya sedangkan ketika itu terdapat beberapa tokoh suku Quraisy disampingnya, dan Sa'id bin Ash duduk disebelah kanannya. Ketika melihat Ibnu Abbas berjalan menuju ke arahnya, Mu'awiyah berkata, "Hai Sa'id, demi Allah, aku akan bertanya kepada ibnu Abbas mengenai sebuah masalah yang ia tidak mengetahui jawabannya."

Maka Sa'id pun berkata kepadanya, "Orang seperti Ibnu Abbas bukanlah orang yang tidak mengetahui jawaban atas pertanyaanmu."

Setelah Ibnu Abbas duduk, ia bertanya kepada Ibnu Abbas, "Bagaimana pendapatmu mengenai Abu Bakar Radhiallahu Anhu?"

Jawab Ibnu Abbas, "Semoga Allah merahmati Abu Bakar. Demi Allah dia adalah seseorang yang suka membaca al Qur'an, sangat takut kepada Allah, jauh dari sikap berat sebelah, tidak pernah melakukan kekejian, senantiasa melarang perbuatan munkar, sangat memahami agamanya, selalu beribadah pada malam hari, shaum pada siang hari, menjauhkan diri dari keduniaan, sangat teguh dalam menegakkan keadilan untuk manusia, selalu mengajak kepada yang ma'ruf serta melakukannya, senantiasa bersyukur dalam berbagai keadaan, selalu mengingat Allah pada waktu pagi dan petang, selalu memaksa dirinya untuk melakukan kebaikan. ia mengungguli sahabat-sahabatnya dengan sifat wara', berpuas hati apa adanya (terhadap dunianya), zuhud, menjaga diri dari kemaksiatan, melakukan kebajikan dan berjaga-jaga (terhadap perbuatan yang dapat melanggar agamanya). Maka semoga Allah menimpakan laknatnya hingga hari kiamat kepada orang-orang yang mencacinya."





Baca Lagi..

Jumat, 18 April 2014

ABU UBAIDAH bin al Jarrah

Diriwayatkan oleh al Hakim di dalam al Mustadrak (3/264) dari abu Said al Maqburi, katanya : ketika Abu 'Ubaidah terserang penyakit Tha'un, beliau berkata, "Hai Mu'adz, jadilah imam shalat untuk orang banyak."

Mu'adz bin Jabal pun mengerjakannya. ketika Abu Ubaidah bi al Jarrah meninggal dunia, Mu'adz berkhutbah kepada orang banyak dengan berkata, "Wahai manusia, Bertaubatlah kalian kepada Allah dari dosa-dosa kalian dengan sebenar-benar taubat karena sesungguhnya tiada seorang hambapun yang bertemu Allah dalam keadaan bertobat dari dosa-dosanya, melainkan wajib bagi Allah untuk mengampuni dosanya."

kemudian ia berkata-kata lagi, "sesungguhnya kamu wahai manusia, telah kehilangan seorang lelaki yang - demi Allah - aku menyangka tidak pernah melihat seorang hamba Allah yang lebih sedikit dendamnya, yang lebih bersih hatinya, yang paling jauh dari perbuatan merusak,yang lebih sangat cintanya terhadap kehidupan akhirat,dan yang lebih banyak memberi nasihat kepada manusia dari pada Abu 'Ubaidah ini. 11 maka mohonkanlah rahmat untuknya kemudian keluarlah kalian kelapangan untuk menshalatkannya. Demi Allah, tidak akan datang kepada kalian seseorang seperti dia selama-lamanya."

11. Abu Ubaidah adalah seseorang yang tidak pernah menyusahkan orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya, bahkan ia adalah orang yang taqwa dan rendah hati.

Maka manusia pun berkumpul dan jenazah Abu 'Ubaidah diangkat keluar untuk dishalatkan. Mu'adz tampil kedepan untuk menyalatkan jenazahnya. Ketika mereka memasuki pemakaman, Mu'adz bin Jabal, Amr bin al Ash dan Dhahak bin Qais masuk keliang lahat dan meletakkan jenazahnya. Kemudian Mu'adz bin Jabal berkata, "Hai Abu 'Ubaidah, sesungguhnya aku akan memujimu dan aku tidak akan berkata dengan perkataan dusta mengenai dirimu karena aku takut murka Allah akan menimpaku. Engkau, demi Allah, sejauh yang aku ketahui, adalah dari kalangan orang-orang yang senantiasa mengingat Allah banyak-banyak, dan dari kalangan mereka yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila mereka dicela oleh orang jahil, mereka akan mengucapkan selamat. (Engkau juga) dari kalangan mereka yang apabila membelanjakan hartanya tidaklah berlebihan dan tidak juga kikir, tetapi pertengahan diantara keduanya. Demi Allah engkau termasuk orang yang khusyu dan taat, yang selalu bertawadhu', yaitu orang-orang yang selalu mencintai anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan sangat benci kepada penghianat-penghianat yang menyombongkan diri."

Baca Lagi..

Kamis, 17 April 2014

Atsar Mengenai Sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim dari as Suddi, Mengenai firman Allah Subhana Wa Ta'ala :

كُنْتُمْ خَيْرَاُمَّةٍاُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia"  

As Suddi berkata Umar bin Al Khaththab Radhiallahu Anhu berkata, "Sekiranya Allah Subhana Wa Ta'ala menghendaki, Dia akan berfirman dengan menggunakan lafaz Antum yang maksudnya "kamu semuanya". Akan tetapi Allah Subhana Wa Ta'ala berfirman Kuntum, yaitu khusus untuk sahabat-sahabat Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan siapa saja yang meniru perbuatan mereka. Dengan demikian merekalah sebaik-baiknya ummat yang dikeluarkan untuk manusia.

Dalam riwayat Ibnu Jarir dari Qatadah Radhiallahu Anhu berkata, "kami diberitahu bahwa Umar Bin Al Khaththab Radhiallahu Anhu telah membaca ayat ini (Qs. Ali Imran :110 di atas) kemudian ia berkata, "Wahai Manusia! barangsiapa yang gembira bila termasuk kedalam ayat itu, hendaknya dia menunaikan syarat-syarat yang telah ditetapkan Allah untuknya." (Kanz Al Ummal: 1/238).

Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab al Hilyah (1/375)dari Ibnu Mas'ud Radhiallahu Anhu yang berkata, "sesungguhnya Allah melihat kedalam qalbu para hambanya, maka Diapun memilih Muhammad dan mengutus beliau dengan risalah-Nya dan memilihnya berdasarkan ilmu-Nya. Kemudian Dia melihat kedalam Qalbu manusia setelah itu, maka Dia memilih untuknya sahabat-sahabatnya, kemudian menjadikan mereka penolong agama-Nya dan pembantu rasul-Nya. Maka sesuatu yang dilihat orang-orang beriman sebagai kebaikan. Sebaliknya sesuatu yang dilihat orang-orang beriman sebagai suatu keburukan, maka itupun buruk disisi Allah Subhana Wa Ta'ala." Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Darr dalam kitab al Isti'ab (1/6) dari Ibnu Mas'ud Radhiallahu Anhu dengan makna yang sama tanpa menyebutkan kalimat: "Apa yang dilihat orang-orang beriman.... sampai pada akhirnya". Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ath Thayalisi (hal.33) seperti hadits abu Nu'aim.

Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dari Abdullah Bin Umar Radhiallahu Anhuma, katanya, "Barang siapa yang ingin mengikuti suatu sunnah, maka ikutilah sunnah mereka yang telah wafat, mereka itulah sahabat-sahabat Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam karena mereka adalah golongan manusia yang terbaik dalam umat ini, paling baik qalbunya, paling dalam ilmunya, dan paling sedikit kepura-puraannya. Mereka adalah kaum yang telah dipilih oleh Allah Subhana Wa Ta'ala untuk mendampingi nabi-Nya dan menyebarkan agam-Nya. Maka contohlah akhlak dan perbuatan mereka. Mereka adalah sahabat-sahabat Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam mereka diatas petunjuk yang lurus, demi Allah Tuhan Ka'bah." Demikian tercantum dalam kitab al Hilyah (1/305).

Baca Lagi..

Minggu, 13 April 2014

Hadits-Hadits Mengenai Sifat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Diriwayatkan oleh Ya'kub bin Sufyan al Fasawi al Hafizh dari al Hasan bin Ali Radhiallahu Anhuma, katanya: Aku pernah bertanya kepada pamanku yang bernama Hindun bin Abu Halah yang sangat pandai dalam menceritakan ciri-ciri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan aku sangat menginginkan agar ia menceritakannya kepadaku supaya aku dapat mengingatnya.

Ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah seorang yang agung dan diagungkan, wajahnya bercahaya seperti cahaya bulan purnama. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam lebih tinggi dari orang yang berbadan sedang dan lebih rendah dari orang yang berbadan tinggi (maksudnya bertubuh sedang). Dadanya bidang, bentuk kepalanya agak besar  rambutnya ikal dan ditata rapi dibelah dua ditengah apabila disisir, apabila beliau membiarkan rambutnya terurai, panjang rambutnya melebihi kuping telinganya.

"Kulitnya cerah, putih kemerah-merahan, dahinya lebar, kedua alisnya panjang melengkung, sungguh bagus tapi tidak bersambung. Diantara keduanya terdapat urat yang bisa terlihat bila beliau sedang marah. Hidungnya panjang, membungkuk ditengahnya,kecil ujungnya dan ujungnya bersinar-sinar, sehingga orang yang tidak begitu memperhatikan menganggap hidung beliau itu mancung."

"Janggut beliau sangat tebal. Bola matanya sangat hitam. Kedua belah pipinya halus rata. Mulutnya sederhana dan lebar, giginya putih berkilat, tajam dan jarang. Di dadanya tumbuh bulu yang halus dan lembut. Lehernya jenjang putih melepak, bagaikan warna putih perak. bentuk anggota tubuhnya proporsional, tubuhnya besar, anggota-anggota tubuhnya saling menopang satu sama lain. perut dan dadanya sama rata (tidak buncit sedikit pun). Dadanya bidang, jarak antara kedua bahunya lebar."

" Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memiliki ujung tulang yang besar. Bagian tubuhnya yang tidak berbulu nampak berkilauan. Bagian bawah leher dan pusarnya tersambung oleh jalinan bulu halus bagaikan sebuah garis. kedua tetek dan perutnya tidak ditumbuhi bulu. Di kedua belah siku, bahu dan dadanya terdapat bulu yang lebat. Kedua lengannya panjang dan telapak tangannya lebar. Jari-jari serta telapak kedua tangan dan kakinya tebal berdaging. jari jemarinya panjang. kedua belah sikunya kasar. Telapak kakinya berlekuk. Kedua belah tumitnya halus dan licin sehingga air selalu tergelincir jatuh darinya."

"Apabila berjalan beliau mengangkat kakinya tinggi-tinggi dari tanah dengan tegap dan kuat, langkah kakinya berayun-ayun dan berjalan dengan lembut tetapi cepat. Apabila beliau berjalan, nampak seperti berjalan di tempat yang menurun. Apabila menoleh, beliau akan memutarkan seluruh tubuhnya. Senantiasa tunduk dan merendahkan pandangannya. Pandangannya lebih sering kebawah (tunduk) daripada menengadah. Apabila memandang beliau hampir selalu dengan melirik. selalu berjalan dibelakang para sahabatnya, jika mereka berjalan bersama-sama. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam selalu mendahului memberi salam apabila berjumpa dengan orang di jalan."

Baca Lagi..