Kamis, 27 Maret 2014

6 (Enam) Sifat Sahabat Radhiallahu 'Anhum


Kejayaan dan kesuksesan seluruh makhluk ada dalam kekuasaan Allah Subhana Wa Ta'ala, yang telah menjadi ketetapannya dan tidak akan berubah hingga hari kiamat. kesuksesan dan kebahagian seluruh umat manusia hanya ada dalam amal agama yang sempurna, sejauh mana ia taat kepada Allah Subhana Wa Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.


Para sahabat Radhiallahu 'Anhum adalah orang-orang yang telah sukses di dunia maupun di akhirat, Allah Subhana Wa Ta'ala telah ridha kepada mereka sebagai contoh masyarakat yang mengamalkan agama secara sempurna. Meskipun kehidupan mereka jauh dari sentuhan teknologi dan industri, namun mereka memperoleh kesuksesan karena telah berkorban di jalan Allah Subhana Wa Ta'ala untuk membentuk sifat yang mulia dalam diri mereka, yaitu :

1. Yakin Pada Kalimat Thayyibah لا اله الا الله محمد رسول الله
"Laa Ilaaha Illallaah(Hakikatul Iman) Muhammadur Rasuulullaah(Thariqatul Iman)"

2. Shalat Khusyu' wal Khudu' ('Alamatul Iman)

3. Ilmu ma'a Dzikir (Ma'rifatul Iman)

4. Ikaramul Muslimin (Halwatul Iman)

5. Tashihun Niyat (Maqbulul Iman)

6. Da'wah wat Tabligh (Mujahadatul Iman)

Keenam sifat inilah yang memudahkan mereka mengamalkan agama dengan sempurna, sehingga iman yang shahih dan amal shalih wujud dalam kehidupan mereka. Dan umat ini akan kembali memperoleh kejayaan, apabila meniru cara sahabat Radhiallahu 'Anhum mengamalkan agama.

Kembali ditegaskan Allah Subhana Wa Ta'ala meletakan kejayaan umat manusia di dunia dan akhirat hanya dalam amal agama yang sempurna seperti yang dibawa oleh baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Namun pada saat ini umat islam belum ada kemampuan untuk mengamalkan agama secara sempurna.

Tetapi para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dahulu telah mampu mengamalkan agama secara sempurna karena pada diri mereka terdapat sifat-sifat yang mulia, di antaranya enam sifat.

Pada zaman ini, apabila umat islam memiliki enam sifat tersebut, niscaya mereka akan mampu mengamalkan agama secara sempurna.

Keyakinan yang benar kepada Allah Subhana Wa Ta’ala bahwa tiada yang berhak disembah selain Dia dan bersaksi bahwa nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan utusannya, mendirikan shalat khusyu wal kudhu, disertai dengan menuntut ilmu, memperbanyak dzikrullah, dan saling memuliakan sesama muslim dengan niat yang ikhlas hanya mengharap ridha Allah Subhana Wa Ta’ala, yang dapat diperoleh dengan cara da’wah dan tabligh, dengan mengorbankan harta dan diri di jalan Allah Subhana Wa Ta’ala.

Yakin Kepada Kalimat Thayyibah “laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah”

Artinya: Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah
Maksudnya: Mengeluarkan keyakinan kepada makhluk dari hati kita dan memasukan keyakinan hanya kepada Allah Subhana Wa Ta’ala dalam diri kita. Meyakini pula bahwa satu-satunya jalan untuk mendapatkan kejayaan dunia dan akhirat hanyalah dengan mengikuti cara hidup baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Keuntungannya:
1. Barangsiapa meninggal dunia sedang ia mengetahui (meyakini) bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, maka dia pasti masuk surga.
2. barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah sedang hatinya membenarkan apa yang diucapkanoleh lisannya, maka dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.
3. Disebutkan dalam sebuah mafhum hadits bahwa orang yang memiliki iman walaupun sebesar dzarrah akan dibalas oleh Allah dengan surga yang luasnya sepuluh kali dunia ini.
4. Tidak akan masuk neraka atau tidak akan ditelan api neraka seseorang yang bersaksi bahwasanya tiada yang berhak dsembah selain Allah dan (bersaksi) bahwa Muhammad utusan Allah.
5. Barang siapa berpegang teguh kepada sunnahku ketika rusaknya umatku, maka baginya pahala seratus orang mati syahid.
6. Barang siapa yang menghidupkan sunnahku, sungguh ia mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku dalam surga.

Shalat Khusyu Wal Kudhu

Artinya: Shalat yang diiringi konsentrasi batin dan merendahkan diri dihadapan Allah Subhana Wa Ta’ala dan dilakukan dengan cara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Maksudnya: Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala yang ada dalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.
Keuntungannya:
1. Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar
2. Dan carilah pertolongan dengan sabar dan shalat.
3. Shalat itu mi’rajnya orang beriman

Ilmu Ma’a Dzikir

Ilmu artinya: Segala petunjuk yang datang dari Allah Subhana Wa Ta’ala melalui baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Salla
Dzikir artinya: Mengingat Allah Subhana Wa Ta’ala sebagaimana agungnya Allah Subhana Wa Ta’ala.
Maksudnya: Mengamalkan perintah-perintah Allah Subhana Wa Ta’ala dalam setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah Subhana Wa Ta’ala dalam hati kita serta dilakukan dengan cara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam
Keuntungannya:
1. Barang siapa yang dikehendaki Allah untuk diberi kebaikan, maka Allah akan memberinya kefahaman dalam agama.
2. Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.
3. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda kepada Abu Dzar Radhiallahu Anhu: Wahai Abu Dzar! Sesungguhnya kepergianmu untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah, itu lebih baik bagimu daripada melakukan shalat 100 rakaat. Dan sesungguhnya kepergianmu untuk mempelajari satu bab ilmu, apakah dapat diamalkan atau tidak dapat diamalkan, itu lebih baik bagimu daripada melakukan shalat 1.000 rakaat.
4. Perumpamaan orang yang menginga Allah dan orang yang tidak mengingat Allah, bagaikan orang hidup dan orang mati.
5. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
6. Ingatlah kamu kepada Allah niscaya Allah pun ingat kepadamu.

Ikramul Muslimin

Artinya: Memuliakan sesama saudara muslim.
Maksudnya: Menunaikan hak-hak saudara muslim tanpa menuntut hak-hak kita dari mereka.
Keuntungannya:
1. ....Allah senantiasa menolong hamba-Nya selagi hamba-Nya itu menolong saudaranya....
2. barang siapa menutupi aib saudaranya (yang muslim), maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. Dan barang siapa membuka aib saudaranya (yang muslim), maka Allah akan membuka aibnya, sehingga Allah akan mempermalukan dirinyasisebabkan aibnya dirumahnya sendiri.
3. Senyummu di hadapan saudara adalah sedekah bagimu

Tash-hihun Niyyah

Artinya: Memperbaiki atau membetulkan niat.
Maksudnya: Membersihkan niat kita dalam setiap amal dari niat-niat lain kecuali hanya untuk mencari keridhaan Allah Subhana Wa Ta’ala.
Keuntungannya:
1. Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal kecuali yang disertai keikhlasan dan semata-mata mengharapkan keridhaan-Nya.
2. Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupamu dan hartamu, tetapi Allah memandang kepada hatimu dan amalmu.
3. Ikhlaslah dalam (Setiap amal) agamamu, niscaya dengan keikhlasan itu amal yang sedikit akan mencukupimu

Da’wah Wa Tabligh

Da’wah artinya: Mengajak.
Tabligh artinya: Menyampaikan.
Maksudnya: untuk memperbaiki diri agar diri kita dapat menggunakan harta, diri dan waktu sesuai dengan perintah Allah Subhana Wa Ta’ala dan untuk menghidupkan agama secara sempurna pada diri kita sendiri dan pada diri seluruh manusia di seluruh alam.
Keuntungannya:
1. Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru (manusia) kepada Allah dan mengerjakan Amal shalih dan ia berkata, “sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”
2. Barang siapa mengajak kepada petunjuk (amal kebaikan), maka ia memperoleh pahala yang sama seperti orang yang mengikutinya (mengamalkan kebaikan itu) tanpa mengurangi pahala mereka yang mengikuti itu sedikitpun.
3. Sesungguhnya sepagi atau sepetang (keluar) di jalan Allah lebih baik daripada (mendapatkan) dunia dan seluruh isinya.

Untuk mendapatkannya diperlukan da’wah, latihan dan do’a.

Sumber

Khuruj Fi Sabilillah
An Nadhr Muhammad Ishaq Shahab
Pustaka Al Ishlah - Bandung

Ringkasan Enam Sifat Sahabat
Drs. H. Muzakkir Haris
Pustaka Ramadhan - bandung

0 Comments: