Jumat, 18 April 2014

ABU UBAIDAH bin al Jarrah

Diriwayatkan oleh al Hakim di dalam al Mustadrak (3/264) dari abu Said al Maqburi, katanya : ketika Abu 'Ubaidah terserang penyakit Tha'un, beliau berkata, "Hai Mu'adz, jadilah imam shalat untuk orang banyak."

Mu'adz bin Jabal pun mengerjakannya. ketika Abu Ubaidah bi al Jarrah meninggal dunia, Mu'adz berkhutbah kepada orang banyak dengan berkata, "Wahai manusia, Bertaubatlah kalian kepada Allah dari dosa-dosa kalian dengan sebenar-benar taubat karena sesungguhnya tiada seorang hambapun yang bertemu Allah dalam keadaan bertobat dari dosa-dosanya, melainkan wajib bagi Allah untuk mengampuni dosanya."

kemudian ia berkata-kata lagi, "sesungguhnya kamu wahai manusia, telah kehilangan seorang lelaki yang - demi Allah - aku menyangka tidak pernah melihat seorang hamba Allah yang lebih sedikit dendamnya, yang lebih bersih hatinya, yang paling jauh dari perbuatan merusak,yang lebih sangat cintanya terhadap kehidupan akhirat,dan yang lebih banyak memberi nasihat kepada manusia dari pada Abu 'Ubaidah ini. 11 maka mohonkanlah rahmat untuknya kemudian keluarlah kalian kelapangan untuk menshalatkannya. Demi Allah, tidak akan datang kepada kalian seseorang seperti dia selama-lamanya."

11. Abu Ubaidah adalah seseorang yang tidak pernah menyusahkan orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya, bahkan ia adalah orang yang taqwa dan rendah hati.

Maka manusia pun berkumpul dan jenazah Abu 'Ubaidah diangkat keluar untuk dishalatkan. Mu'adz tampil kedepan untuk menyalatkan jenazahnya. Ketika mereka memasuki pemakaman, Mu'adz bin Jabal, Amr bin al Ash dan Dhahak bin Qais masuk keliang lahat dan meletakkan jenazahnya. Kemudian Mu'adz bin Jabal berkata, "Hai Abu 'Ubaidah, sesungguhnya aku akan memujimu dan aku tidak akan berkata dengan perkataan dusta mengenai dirimu karena aku takut murka Allah akan menimpaku. Engkau, demi Allah, sejauh yang aku ketahui, adalah dari kalangan orang-orang yang senantiasa mengingat Allah banyak-banyak, dan dari kalangan mereka yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila mereka dicela oleh orang jahil, mereka akan mengucapkan selamat. (Engkau juga) dari kalangan mereka yang apabila membelanjakan hartanya tidaklah berlebihan dan tidak juga kikir, tetapi pertengahan diantara keduanya. Demi Allah engkau termasuk orang yang khusyu dan taat, yang selalu bertawadhu', yaitu orang-orang yang selalu mencintai anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan sangat benci kepada penghianat-penghianat yang menyombongkan diri."

0 Comments: